Liburan ke Turki Pada Masa Pandemi Sangat Seru

Turki merupakan salah satu negara di Asia yang sangat unik dengan budaya dan tradisi tersendiri. Apa yang kamu bayangkan ketika mendengar kata Turki? Tentu saja balon udara yang besar dan bertebangan di langit Turki, bukan? Namun rupanya, bukan hanya balon udara saja yang bagus di Turki. Negara ini masih memiliki banyak sekali destinasi wisata yang harus dikunjungi walaupun belum terlalu dikenal oleh kalangan luas.

Berhati-hatilah dengan apa yang kamu minta! Kembali pada tahun 2008 saya mengambil Blue Cruise di Laut Mediterania Turki. Saya melewati kota-kota kecil yang cantik, salah satunya adalah Kaş. Karena perahu saya tidak berhenti, saya berharap suatu hari nanti saya bisa mengunjungi tanah itu. Tidak pernah berpikir 12 tahun kemudian saya tinggal di sini! ️

Kali ketiga saya ke Turki memang maunya ke pantai yang jauh dari pembukaan biar lebih aman di masa new normal ini. Paling tidak bisa mandi matahari dan berenang tanpa masker. Takut belang juga ini muka ketutup masker melulu! Kalau kalian, ada nggak tempat yang pengen balik lagi trus akhirnya kesampaian? Berapa lama tuh balik lagi?

Turki mungkin memiliki lebih banyak reruntuhan Romawi (sejak abad ke-1 M) daripada di Italia dan lebih banyak reruntuhan Helenistik (sejak abad ke-5 SM) daripada di Yunani. Mereka sangat banyak, masih utuh dan terpelihara dengan baik! Saya mengunjungi Xanthos, Patara, Demre, Aspendos, Perge – semuanya di pantai Mediterania Turki. Saya kagum dengan betapa majunya mereka saat itu!

Namun, saya tidak percaya ada titik dalam hidup saya bahwa semua foto perjalanan saya dengan masker wajah! Sengaja saya ke situs-situs bersejarah yang outdoor biar lebih aman. Hebatnya @goturkey, mereka tetap cek suhu dan menyediakan pembersih tangan (yang bisa dipencet pakai siku) hampir di setiap sudut.

Meski di outdoor dan sepi, saya juga tetap pakai masker, karena kadang ketemu bus rombongan tur bule yang tidak banyak pakai masker! Susah bener ya mereka pake masker doang. Menurut kalian kenapa tuh?

Menghabiskan Musim Panas di Jepang Pilihan yang Bagus

Cosmo Clock 21 Japan

Dari taun lalu liat ferris wheel di Yokohama ini udah penasaran pengen naik dan liat view dari atas, akhirnya kemarin aku dan temenku ada waktu buat mampir ke Cosmo Clock 21 ini dan kami seneng banget pas tau ada gondola yang bening jadi bisa liat ke bawah juga selama naik ferris wheel ini, plus lagi sepi jadi cuma antri bentar banget. Naik ferris wheel ini bayarnya 800 yen aja per orang, dan harga naik gondola yang bening ini juga sama aja.

Orbi Yokohama

Demi apah tiba-tiba ada di anime cafe yang isinya orang-orang karaoke lagu-lagu anime yang gue ga tau satupun wkwkwk, klo mau ikutan nyanyipun tulisan Jepang semua, nyanyi lagu Sunda aja gimana?

Di Anison Cafe Yokohama ini kita bisa nongkrong, karaoke lagu-lagu anime ditemenin cewe-cewe cosplay (ga boleh genit tapi yaa), klo ini ga genit lah pas ngajak mbak sailor moon keluar sebentar buat foto-foto, random thing you do in Japan

Gemes banget sama binatang satu ini dan seneng banget akhirnya bisa ga cuma ketemu tapi bisa pegang, elus-elus dan nyuapin kasih makan (makanya dia mau deket-deket, gemes ya!), ternyata gede, lebih gede dari noodles soba wkwkwk, sayangnya ga boleh dibawa pulang.

Ini salah satu keseruan kemarin di Orbi Yokohama, selain spot animal garden, ada juga teater buat film-film pengetahuan tentang alam, playground buat anak-anak kecil, cocoknya buat keluarga sih, tapi dari awal gue udah ngincernya pengen ketemu binatang pengerat terbesar di dunia ini, ada yang bisa tebak namanya?

Mie mangkok ajaib bikin menyusut dan mi mangkok ajaib lagi bikin @eatandtreats berubah jadi raksasa dan sekarang @anazsiantar bertanya-tanya apa yang akan terjadi padanya. Kami bersenang-senang dan akhirnya bertemu kembali dengan keduanya di Cup Noodles Museum di Yokohama. Selain mengenal sejarah mi cup, kamu juga bisa membuat cup sendiri dan mengisinya dengan resep spesial mimu, plus spot foto semacam ini.

Jalan Jalan Akhir Tahun dengan Klook Travel Lebih Murah

Akhirnya video dari jalan-jalan ke Balikpapan dan Samarinda udah ada di youtube! Cuma 3 hari sih, tapi pasti seru soalnya ini destinasi baru buat gw, banyak spot bagus di Balikpapan & Samarinda, seru juga menjajal area yang lumayan menantang pake All new Nissan Terra, jalanannya ga ada aspal dan offroad berlubang pun ga masalah.

Explore Nissan ini kayanya mesti diulang, masih banyak spot-spot lain yang menarik nih. Btw ada yang dari Balikpapan dan Samarinda? Kasih usulan dong destinasi lain yang menarik dari Balikpapan & Samarinda. Buat yang belum pernah, liat video youtubenya dong dan cerita spot mana yang jadi fav kalian?

Ga kerasa udah akhir taun! Pada rencana taun baruan di mana nih? Taun lalu sih taun baru di rumah aja, ngeliatin kembang api dari jauh. Tapi, emang kayanya salah satu spot seru buat nikmatin kembang api di pergantian taun itu di Singapore. Terakhir kali taun baruan di Singapore itu pas 2014 bareng Ferry Rusli, seru banget fireworksnya ga abis-abis rasanya, itu juga abis keliling Singapore seharian, pulang-pulang koyo-an kaki.

Kalau mau taun baruan sama keluarga, bisa ke Gardens by The Bay, jadi siang atau sore nikmatin keliling taman dan dome yang kece abis, malemnya bisa nikmatin pergantian tahun juga di situ sambil nikmatin fireworks show, bakal kece banget sih ngebayangin area Gardens by The Bay yang strukturnya artistik dan futuristik, dengan latar belakang fireworks. Jangan lupa beli tiketnya di Klook Travel yang selalu ada penawaran keceh dan gampang banget belinya, cuss ah!

Meskipun cuaca masih mendung terus, semangat mesti terus jalan ya! Resolusi di 2020 sih simple aja, mau hidup lebih teratur, lebih banyak bergerak dan olah raga, kulit glowing (wkwkwk teteup) dan makan lebih sehat! salah satu cara makan sehat ya dengan masak sendiri sih. Terlihat repot? yah mungkin di awal-awal ya, tapi klo udah jadi kebiasaan, menyenangkan kok masak-masak di rumah dan apartemen. Jadi gimana nih 2020-nya kalian?

Mengatur Jadwal Saat Mendaki Gunung Sangat Penting

Pusing banget karena pikiran dibagi bagi antara jadwal gunung, jadwal temen nikah, deadline foto, deadline video, tugas kerjaan, janji ponakan2, dan serentetan rutinitas yang nggak kelaksana2 seperti ngumbaih dan bersihin kamar. Gawe cengele lara, tapi semua itu bisa tersamarkan ketika membayangkan Raung, Kerinci, Latimojong dan teman2nya.

Ketika sang fajar bertemu manusia pemalas, lahirlah sehelai harapan baru untuk menapaki rutinitas yang dirasa bisa mengubahnya menjadi manusia yang agak tidak malas. Sikat gigi misalnya. Kalau sudah camping di gunung itu rasanya pengen banget duduk menikmati indahnya alam. Beberes dan packing adalah hal yang paling malas aku lakukan jika akan turun gunung.

Tidak jarang juga jika sampai di gunung aku akan menikmati waktuku dengan membaca buku. Cobain deh baca buku di gunung, rasanya sangat seru sekali. Ketenangan alam bersama suara daun yang tertiup angin sangat menyegarkan otak dan membuatku semakin lebih bersemangat membaca buku.

Mas Aldi, suatu waktu aku sempet bikin instastory subjudul bukumu “Gitanjali”, dan responnya bagus banget! Banyak banget yang tanya itu buku apa, siapa, bahkan ada yang sedikit mengancam (?) buat cepetan membocorkan buku macam apa itu. Sekilas tentang buku ini bahwa aku menemukan salah satu sifatku pada Ed (tokoh utama), sifat “ingin dicari, ditemukan, dibawa pulang kembali”.

Bahkan kelakuan kekanakan itu masih aku miliki sampai sekarang diumurku yang seharusnya bisa dibilang dewasa. Tapi bedanya, dia menyadari selagi muda dan menguburnya dalam – dalam. Dan aku walaupun sudah sadar, tapi masih mau menikmati dan bermain-main dengannya.

Apa makna dari sebuah perjalanan? Apa tujuan dari sebuah perjalanan? Apa hanya sekedar foto dan menunjukannya di media sosial? Untuk apa kau lakukan perjalanan sampai ke ujung dunia jika tidak ada kemauan untuk merubah sifat jelekmu? Sebegitu burukkah perjalananmu sehingga tidak ada hal yang bisa kau dapat dari makna sebuah perjalanan? Begitulah yang aku baca dari seorang Ed, lelaki pendaki gunung dengan seribu ceritanya yang syarat makna.

Tempat Indah yang Harus Dikunjungi Sebelum Meninggoy

Switzerland Negara Dingin

Salah satu pagi paling menarik dan terdingin yang pernah saya alami di tahun 2018.
Kami pergi ke sana di pagi hari dari hotel ke Danau Lej da Staz. dari awal perjalanan, semuanya terlihat kabur, sepi. Kabut terus bergerak perlahan, membawa kami ke dunia magis, sangat tidak nyata!

Sampai akhirnya saya melangkah ke tempat ini. Semuanya masih terlihat seperti mimpi. Bahkan pantulan cermin dari danau membawa ilusi indah ke dalam pemandangan. Tenang, sejuk, dan indah. Benar-benar layak dikunjungi! Pernahkah Anda ke tempat yang terasa seperti Anda pernah ke sana sebelumnya dalam mimpi Anda?
.
Kalo ke Swiss bulan Oktober, bisa dapat banyak bonus karena salah satu bulan terbaik untuk traveling ke Eropa! sebagian besar cerah & bisa menikmati musim gugur & pagi berkabut, bener-bener dabesttt!

City Palace Jaipur India

Ini salah satu tempat di City Palace di Jaipur. Untuk berkunjung ke sini, ada 2 opsi, tour biasa atau special tour yg mana kita akan diajak mengenal lebih dekat sejarah Kerajaan di Jaipur, melihat semua peninggalan dan istana raja yg masih digunakan sampai sekarang.

Walaupun harganya yg lumayaaan, tapiworth it banget. Peninggalan & heritage sites ini menurutku gak ada harganya. Pengalamannya pun juga berbeda. Siapaa yg tahun ini berencana ke India?

Jaisalmer adalah salah satu kota di India dan mendapatkan julukan kota emas. Hal ini karena pemandangan padang pasir yang membentang jauh berwarna keemasan membuat kota ini terlihat sangat mahal dan unik sekali. Salah satu momen favorit saya di India adalah ketika mengelilingi padang pasir yang ada di Jaisalmer. Benar – benar pemandangan yang tidak terbayar.

Di Jaisalmer, kalian bisa experience desert camp, jadi tidur di desert ditemani bintang – bintang malam hari, super cantik! Harus banget singgah & merasakan serunya naik unta + tidur di gurun pasir! Apalagi malam” dingin ditemani nikmatnya masala chai tea alias teh susu khas India, kalo kata orang” mantul! India punya banyak tempat untuk dikunjungi.

Tempat Cocok Eksplor Jakarta dan Sekitarnya One Day Trip

Explore jakarta kali ini mendatangi indahnya tempat tersembunyi di balik meriahnya gedung dijakarta. Mungkin masih banyak yang belum tau tempat ini, kuburan belanda di menteng pulo (pintu masuknya depan kelurahan menteng atas) yang di tata rapih dan juga indah oleh pemerintah belanda untung mengenang korban perang dunia ke 2 yang di resmikan pada tahun 1947.

Kuburan belanda ini bukan kuburan salah satu umat beragama tapi semua umat beragama yang gugur saat perang dunia ke-2 saat jepang datang ke indonesia. Banyak banget pelajaran sejarah yang bisa di ambil di tempat ini, untuk masuknya kalian isi buku tamu didepan dan untuk biaya masuk kalian kasih se-ikhlasnya untuk donasi tempat ini.

Hidden Gem Jakarta

FOUND A HIDDEN GEMS IN TANAH ABANG, JAKARTA! maaf slidenya banyak soalnya gakuat akutuh ini hotel gemes banget banyak spot instagramablenya dan bener bener colourfull, mulai dari lift, kamar tidur, kamar mandi sampe pernak perniknya semua colourfull suka banget sama konsepnya. Gaksabar banget sih buat nginep disini, apalagi harganya juga affordable loh salut sama Ibis Jakarta Tanah Abang semoga bagusnya tempat selalu dimbangi sama servicenya yang bagus.

Pekalongan Indah

Colourful pekalongan! Siapa disini yang orang pekalongan??? Ternyata deket kantor PLN pekalongan ada workshop batik yang omsetnya bisa ratusan juta! Liat tuh batiknya warnanya super bagus berwarna banget karena emg pakek pewarna khusus dan motifnya super keren!

Kemarin sempet nanya sama pegawai PLN kenapa sih PLN tertarik untuk CSR ke sektor batik? Ternyata jawabannya sungguh faeedah karena batik merupakan warisan bangsa yang masih butuh banyak pengembangan, apalagi kebanyakan pengerajin batik adalah UMKM yang butuh dukungan.
Makin kerennya lagi beberapa UMKM binaan PLN Peduli ada yang berkesempatan mengikuti pameran sampai luar negri loh.

Itu dia tempat – tempat yang bisa kamu kunjungi jika hanya punya waktu libur di weekend. Selain dekat dari Jakarta, tapi tempat – tempat ini sangat bagus dan cocok sekali untuk melepas penat loh!

Penduduk Kota Kecil di Peru Masih Mengenakan Pakaian Tradisional

Peru merupakan salah satu kota kecil yang terdapat di Eropa. Meskipun tidak terlalu terkenal seperti bagian negara lainnya, peru rupanya memiliki tempat wisata berupa alam yang sangat indah sekali. Masyarakat sekitar pun sangat ramah dan juga masih berpakaian tradisional sehingga tempat ini rasanya masih sangat otentik.
Seperti tidak ingin menghilangkan budaya yang ada, Peru masih menyimpan banyak sekali turunan dari para leluhur. Tidak heran kenapa jika pergi ke tempat ini serasa menaiki mesin waktu ke tahun 1930-an. Sungguh merupakan pengalaman yang tak terlupakan apalagi ketika mengunjungi salah satu kota kecil di Peru yaitu Ollantaytambo.

Ollantaytambo menjadi satu tempat penting yang wajib disinggahi pejalan sebelum menuju Machu Picchu. Selain mengandung sejarah peninggalan masyarakat Inka di masa lampau, kota tua nan kecil berketinggian hampir 2800mdpl ini mampu menyuguhkan pengalaman unik yang berbeda bagi masing2 pejalan.

Walau banyak pelancong yang datang kemari, kita masih dapat berjumpa penduduk asli yang bermata pencaharian sebagai petani. Sebab kota tua ini juga dikelilingi oleh bukit, persawahan dan sungai. Sore itu saya berpapasan berjumpa dengan Mama Doniella, 48 tahun. Ia hendak melanjutkan menjemput rejeki dengan menjajakan rajutan tenun yang berbahan dasar bulu Alpaca, setelah bertani kentang di sawah.

“Setelah ini mau kemana, Mama?”
“Sebelum larut malam, saya mau pulang agar besok pagi bertani kembali dan menjajakan rajutan ini.”

Jawab Mama Doniella dengan bahasa asli suku Quechua yang diterjemahkan okeh rekan penerjemah kami, Omar. Omar menambahkan bahwa mayoritas penduduk asli Inka walau sudah mengenal jual beli untuk menambah rejeki di kota wisata ini, mereka masih tetap mempertahankan tradisi bertani dan berladangnya. Disamping turut merawat tradisi berkesenian dengan merajut tenun khas Inka.

Dibelahan dunia manapun, bertani berladang tak hanya sekedar mata pencaharian saja, tak hanya sebagai sumber penghasilan. Namun ada hal mendalam lain yang dapat dituai dari proses ini. Selain tradisi or ritual, bertani berladang dapat pula dikatakan sebuah proses berkelanjutan menabur wujud rasa syukur pada alam.

Akhirnya Berhasil Mencapai Puncak Gunung Slamet

Akhirnya setelah 2 tahun mencoba dan terus berjuang, saya sampai juga ke puncak Gunung Slamet. Beberapa tahun belakangan ini, saya hanya mampu mendaki gunung Slamet sampai dengan shelter 2. Hal ini disebabkan karena teman saya yang mengalami kecelakaan selama mendaki gunung dan membuat kami harus turun gunung dan menuju basecamp.

Dan akhirnya setelah menunggu cukup lama lagi, saya akhirnya bisa mencapai puncak salah satu gunung berapi di Jawa Tengah ini yaitu Gunung Slamet. Perasaan senang dan bersyukur bercampur dan tidak bisa dijelaskan dengan kata – kata.

Thankyou buat tim dadakan kali ini, ini pendakian paling ngantuk karena badan masih capek dan belum tidur sama sekali after flight sby-bdg langsung nguber ke Basecamp Bambangan, jadinya sepanjang jalan gue cuma nguap dan nguap sampe akhirnya ketiduran di jalan.

Momen bahagia yang kini mulai langka bagi gue itu adalah bisa ngedaki bareng temen-temen deket. Dan alhamdulillah akhirnya kemaren kesampean. Ngabisin waktu 3 hari 2 malam di Gunung Slamet dari mulai ngerasain dinginnya malem disana sampe kenyang makan debu. Bahagia itu sederhana, kita sendiri yang ciptain

Sayangnya pendakian kali ini tanpa Utsman, partner jalan yang udah lama hilang ditelan bumi. Sibuk skripsi katanya. Padahal kangen banget ngedaki dan jalan bareng lahi. Yuk mention temen kalian yang pengen banget kalian ajak ngedaki! Mencari travelmate yang kompak itu salah satu komponen penting agar perjalanan menjadi lebih seru dan berarti bagi banyak orang.

Ini adalah salah satu momen spesial dan mewah bagi saya, ketika di pagi hari yang dingin saya terbangun dari dalam tenda dan disuguhkan pemandangan keindahan dari gagahnya tebing-tebing Gunung Slamet seperti ini, lalu merasakan momen berbincang hangat bersama sahabat ditemani segelas kopi sambil melihat para pendaki memancing di Segera Anak. Momen seperti ini yang selalu saya rindukan, mendaki bersama teman-teman untuk merasakan bagaimana keindahan dan liarnya alam dapat membuat pribadi kita menjadi lebih baik dan lebih banyak bersyukur atas nikmatnya hidup.